5 Ciri Ini Bantu Kamu Hindari Kredit Cepat Ilegal

Belakangan ada cukup banyak fintech yang bermunculan. Malahan beberapa diantaranya terindikasi merupakan salah satu kredit cepat yang belum terdaftar di otoritas Jasa keuangan.

Menyikapi hal tersebut sebenarnya sangat mudah untuk identifikasi mana saja kredit cepat yang memang sudah terdaftar maupun yang dinyatakan ilegal atau tidak terdaftar di OJK.

Berikut ini adalah beberapa ciri yang bisa membantu kamu dalam mengenali kredit cepat ilegal.

1. Tidak Terdaftar di OJK

Kredit cepat yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sudah dipastikan ilegal. Sebagai salah satu regulator resmi yang mewakili pemerintah semua lembaga keuangan wajib mendapatkan izin dan terdata di OJK.

Regulator yang saat ini dipegang oleh otoritas Jasa keuangan sering melakukan sosialisasi maupun menginformasikan daftar lembaga keuangan online maupun off line yang sudah tidak terdaftar lagi dalam daftar nya.

Hal ini tentu saja butuh peran serta masyarakat atau calon debitur yang menjadi pelanggan atau nasabah dalam sebuah lembaga keuangan mana pun, untuk memeriksa keabsahan lembaga yang dipilihnya.

2. Tidak Punya Kantor Fisik yang Jelas

beberapa lembaga yang tidak resmi memang biasanya tidak memiliki kantor alamat yang jelas sehingga debitur tidak akan bisa menemukan kantor fisik atau bangunan secara fisik tempat lembaga tersebut bernaung.

Sekalipun ada tempat untuk menampung karyawan nya tetapi biasanya tempat tempat tersebut tidak ada label atau hanya sebuah toko biasa.

Jika lembaga keuangan yang dipilih tidak memiliki kantor secara fisik bisa dipastikan bahwa lembaga tersebut Abal Abal alias tidak terdaftar secara resmi.

3. Bunga dan Biaya Admin Tidak Transparan

Kredit cepat ilegal biasanya tidak memberikan informasi yang jelas tentang bunga serta biaya admin. Sehingga ada biaya biaya tersembunyi yang tidak diinformasikan. 

Dikhawatirkan inilah yang menjebak debitur sehingga harus membayar bunga hingga biaya tambahan lain lebih tinggi dari ketentuan umum yang diterapkan oleh lembaga yang terdaftar di OJK.

Sementara kredit cepat yang terdaftae di OJK selalu memberikan keterbukaan informasi termasuk bunga dan biaya admin. Contoh seperti Kredivo, bunga 2,6% dengan biaya admin 6% untuk produk pinjaman tunai. Sementara untuk produk cicilan tidak ada biaya admin hanya ditetapkan bunga saja.

Namun, khusus untuk bayar dalam waktu 30 hari dan tenor cicilan 3 bulan tidak ditetapkan bunga melainkan hanya biaya admin 1% per bulan.

Nah, informasi seperti inilah yang hanya diberikan oleh lembaga tepercaya seperti Kredivo yang sudah terdaftar serta punya izin operasional dari OJK.

4. Tidak Ada Layanan Customer Service

Layanan customer service menjadi sebuah tanda atau ciri bisnis dijalankan dengan baik dan benar. Layanan after service ini hanya diberikan pada bisnis-bisnis yang memang serius memenuhi aturan serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka pemenuhan Undang Undang serta perlindungan konsumen.

Sehingga jika ada kendala atau masalah yang dihadapi, debitur bisa langsung melaporkan kepada layanan customer yang disediakan oleh masing masing perusahaan. 

5. Aplikasi Tidak Bisa Diunduh dari Google Play Store atau App Store

Beberapa aplikasi ilegal memang akan ditendang dari layanan Google play maupun App Store. Beberapa aplikasi berbahaya tidak akan memiliki izin dari pihak ketiga dengan aturan yang sama ketatnya.

 Artinya jika ada pihak yang menawarkan link diluar marketplace aplikasi, sepatutnya diwaspadai karena bisa saja aplikasi tersebut belum memenuhi aturan yang ditetapkan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.