Beberapa Kondisi Yang Diharuskan Untuk Mandi Wajib dan Tata Caranya

Selain Berdoa, Ini 5 Adab Menggunakan Kamar Mandi Menurut Islam

Mandi wajib atau janabat atau junub merupakan mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang dari kalangan pria maupun wanita yang sudah baligh untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dalam Syari’at Islam, mandi wajib ini dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh.

Dalam hal ini, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melakukan mandi wajib. Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang mandi wajib :

  • Keluarnya Sperma/Mani

Keluarnya sperma ini apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni keluar air mani).” (HR. Muslim dalam Shahihnya). Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyidin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan maknanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani.”

  • Melakukan Hubungan Intim

Orang yang melakukan hubungan intim, baik keluar mani maupun tidak wajib untuk mandi junub. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dalam haditsnya sebagai berikut :

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah menindih diantara empat bagian tubuh perempuan (yakni berhubungan intim) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan tersebut), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. (HR. Bukhari dalam Shahihnya).

  • Setelah Haid dan Nifas (Bagi kaum wanita)

Haid ini yang dikenal dengan menstruasi atau datang bulan merupakan keluarnya cairan merah mirip darah secara berkala pada kemaluan wanita. Sedangkan nifas adalah keluarnya darah dari rahim seorang wanita pasca melahirkan.

  • Mati Dalam Keadaan Muslim

Orang yang meninggal dalam keadaan Muslim, maka orang masih hidup wajib memandikannya. 

Nah, dalam kesempatan kali ini akan coba membahas tentang tata cara mandi wajib setelah menstruasi atau haid.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid/Menstruasi

Sebelum memulai mandi wajib, anda niat dan doa yang harus anda ucapkan. Berikut niat mandi wajib setelah menstruasi :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Mandi Wajib

Setelah anda membaca biat mandi wajib, maka langkah selanjutnya adalah mempraktekkan taca cara mandi wajib pasca haid sebagai berikut :

  • Pertama membasuh bagian kemaluan dengan menggunakan kapas yang sudah dilumuri oleh minyak wangi atau parfum non alkohol.
  • Lalu membersihkan kedua telapal tangan secara menyulur. Siram atau basuhlah tangan kiri. Lakukan serta ulangi cara ini masing-masing sebanyak tiga kali.
  • Setelah itu berwudhu dengan sempurna. Cara ini merupakan salah satu sunnah yang harus dilakukan saat mandi wajib pasca haid. Lakukan wudhu ini seperti akan melaksanakan sholat.
  • Kemudian mandi seperti biasa. Awali dengan menyiram air dari ujung kepala. Lalu, mencuci rambut atau keramas dengan menggunakan shampo agar bersih dan wangi.
  • Memisah-misah rambut dengan jari tangan.
  • Lalu membersihkan seluruh tubuh dengan cara mengguyur air ke semua anggota badan seperti mandi biasa.
  • Pastikan bahwa seluruh anggota tubuh anda bersih dan terkena air mengalir tanpa terkecuali, termasuk bagian yang tersembunyi, seperti belakang telinga, ketiak, punggung, sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan antara paha dan lutut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *